<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Pilar 1 on Kebijakan Pajak Internasional</title><link>https://kebijakanpajak.com/tags/pilar-1/</link><description>Recent content in Pilar 1 on Kebijakan Pajak Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Fri, 24 Oct 2025 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kebijakanpajak.com/tags/pilar-1/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pilar 1 dan Pilar 2 OECD: Bagaimana Aturan Baru Mengubah Lanskap Pajak Global</title><link>https://kebijakanpajak.com/posts/pilar-oecd-pajak-global/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://kebijakanpajak.com/posts/pilar-oecd-pajak-global/</guid><description>&lt;p>Ketika ekonomi dunia semakin terdigitalisasi, sistem perpajakan internasional menghadapi tekanan besar untuk beradaptasi. Model pajak tradisional yang berlandaskan kehadiran fisik kini dianggap tidak relevan lagi. Perusahaan multinasional dapat menghasilkan pendapatan triliunan dolar dari pasar suatu negara tanpa harus memiliki kantor atau tenaga kerja di sana. Dalam konteks ini, &lt;strong>Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD)&lt;/strong> memperkenalkan reformasi pajak global melalui &lt;strong>kerangka BEPS 2.0&lt;/strong>, yang terdiri dari dua pilar utama: &lt;strong>Pilar 1&lt;/strong> dan &lt;strong>Pilar 2&lt;/strong>.&lt;/p></description></item></channel></rss>